Delegasi muda dari beberapa anggota Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik berharap Indonesia bisa memanfaatkan statusnya sebagai tuan rumah KTT APEC untuk menunjukkan bahwa negara ini aman dan nyaman dikunjungi. Kalangan muda itu mengaku selama ini lebih sering mendapat berita-berita negatif mengenai Indonesia dari media massa.
Daria Fedorofa adalah seorang mahasiswi asal Kota Vladivostok. Bersama seorang temannya, dia mewakili delegasi Rusia dalam forum kaum muda APEC Voices of the Future 2013 di Jimbaran, Bali, hari ini. Acara ini digelar di tengah-tengah Pekan KTT APEC, yang akan mempertemukan para pemimpin dari 21 anggota ekonomi Asia Pasifik.
Mengaku baru kali ini ke Bali, Daria mengaku sangat kagum akan keindahan Pulau Dewata itu. "Negara saya memiliki banyak bangunan megah dan bersejarah, namun di Bali ini kalian memiliki keindahan yang alami.
Pemandangan tebing [di Jimbaran] menakjuban, bisa melihat pemandangan matahari terbenam dengan indahnya. Budaya dan tari-tarian di Bali ini sangat unik. Orangnya ramah-ramah dan bisa berbahasa Inggris. Ini sangat membuka perspektif saya mengenai Indonesia," tutur Daria dalam bincang-bincang dengan VIVAnews hari ini.
Dia mengaku selama ini mendapatkan berita-berita yang berbeda mengenai Indonesia dari media massa. "Negara ini tampak mencekam oleh aksi terorisme dan fundamentalisme. Ada berita kontes kecantikan beberapa waktu lalu ditentang keras oleh kelompok ekstrem. Pokoknya sangat berbeda dari apa yang saya kunjungi dan saksikan langsung," ujar gadis berusia 20 tahun itu.
Maka, menurut dia, keindahan Bali dan suasananya yang menyenangkan ini harus bisa dimanfaatkan bangsa Indonesia untuk mengalahkan sejumlah pandangan miring. "KTT APEC ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat citra itu. Kebetulan para pemimpin dan pengusaha APEC kini mengajak kami, kaum muda, untuk ikut berdialog," kata Daria.
Delegasi asal China, Pan Mailin, juga mengaku terpesona akan keindahan Bali. "Suasana di sini sangat kondusif bagi kami untuk berdialog dan bertukar pikiran mengenai perkembangan masing-masing negara di kawasan," kata Pan.
"Bali memang sangat eksotik. Saya suka dengan hiasan-hiasan bunga mininya. Tempat yang sempurna untuk dikunjungi," lanjut mahasiswi asal Kota Shenzen itu.
Menurut Ketua Dewan Penasihat Bisnis APEC, Wishnu Wardana, forum muda Voices of the Future (APEC VOF) ini menghimpun pemuda-pemudi terpilih dan para pendidik dari Ekonomi APEC untuk berpartisipasi dalam Pekan KTT APEC. Tujuan dari program ini adalah untuk memberi kesempatan bagi para pemimpin muda APEC terlibat dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi dan memberdayakan mereka dengan pengetahuan dan keterampilan memimpin untuk berinteraksi dengan para pemimpin dunia dan membuat perubahan di masing-masing komunitasnya.
"Saya berharap kalian setelah selesai acara akan membawa pesan yang positif mengenai Indonesia ke negara kalian masing-masing," kata Wishnu kepada para peserta.
Tahun ini total sebanyak 130 delegasi muda dari seluruh Ekonomi APEC, menghadiri APEC VOF 2013. Mereka terdiri dari para pelajar berusia antara 16-25 tahun, para pendidik dan penasehat. Siswa-siswi yang berpartisipasi ini dipilih berdasarkan prestasi mereka dalam memimpin dan dampak positif yang telah berhasil mereka ciptakan bagi masing-masing komunitas setempat.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar