Kondisi puluhan mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Sari Mutiara Medan yang keracunan makan malam pada Jumat (20/5) berangsur membaik. Pihak rumah sakit bahkan telah memperbolehkan mereka pulang. Direktur Rumah Sakit Sari Mutiara Medan dr Tuahman Purba mengatakan, sebelumnya delapan mahasiswa harus diopname dan 15 orang dirawat jalan akibat muntah-muntah seusai menyantap menu makan malam di ruang makan asrama tersebut. ”Setelah dirawat secara intensif dan diberikan cairan infus dan obat,23 mahasiswi ini sudah dinyatakan sembuh dan dapat beraktivitas kembali.
Mereka hanya mengalami alergi pencernaan, bukan keracunan makanan,” ujar Tuahman, kemarin. Berdasarkan pengamatan media di Rumah Sakit Sari Mutiara kemarin, beberapa mahasiswa masih ada yang dirawat untuk pemulihan total. Kondisi kesehatan mereka sudah membaik dari hari sebelumnya.
Pihak rumah sakit sangat serius menangani mahasiswa tersebut. Staf pegawai Yayasan Sari Mutiara sekaligus Kepala Dapur Umum Yayasan Rumah Sakit Sari Mutiara Medan Rohani Tamba menceritakan, saat kejadian Jumat (20/5) sekitar pukul 19.00 WIB ada 1.150 orang, terdiri dari mahasiswa dan pegawai, menyantap makan malam.
Menu saat itu adalah nasi putih,acar kuning dan ikan yang dibeli di Pusat Pasar Kota Medan. Sekitar pukul 20.00 WIB, sebanyak 23 mahasiswa mengalami mual dan muntah. Pihak asrama langsung melarikan 23 mahasiswa tersebut ke Unit Gawat Darurat (IGD) untuk menjalani perawatan.
Dia membantah jika mahasiswa tersebut menjadi korban keracunan makanan. “Saat itu yang makan banyak,hingga ribuan, termasuk pegawai rumah sakit danasrama. Tapi yang mengalami mual dan muntah hanya sebagian mahasiswa. Jadi ini bukan keracunan makanan.Mungkin saja mereka mengalami alergi pencernaan,” jelasnya.
Sejak peristiwa keracunan akibat mengonsumsi ikan tongkol di asrama tersebut sekitar dua tahun lalu, pihak Sari Mutiara tidak pernah menyajikan hidangan berupa ikan tongkol yang disebut-sebut sebagai pemicu muntahnya puluhan mahasiswa tersebut. ”Sejak kejadian keracunan dua tahun yang lalu,kami nggak pernah menyajikan menu makan berupa ikan tongkol untuk mahasiswa dan pegawai di sini," katanya.
Menu makanan yang disediakan setiap hari berubah. Biasanya menyajikan ikan dungun (sejenis ikan dencis), namun baru kali ini kejadian muntah dan mual. Pihak asrama telah menanggung semua biaya perawatan ke-23 mahasiswa tersebut selama menjalani perawatan.
Pihak Sari Mutiara berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi. Mereka akan meningkatkan perhatian pada menu makanan yang akan dikonsumsi mahasiswa maupun pegawai. Demikian catatan online blog Bantar Gebang yang berjudul Kondisi puluhan mahasiswi Akademi Kebidanan.
Harga Tiket Peswat Untuk Lebaran Naik 200 Persen
7 tahun yang lalu